Home Cara Budidaya Gemerincing Rupiah Di Helaian Daun Stevia

Gemerincing Rupiah Di Helaian Daun Stevia

16
0

Agronesia.net (KENDAL) – Pernahkah terpikir jika ada sehelai daun yang bisa menjadikan manis segelas teh panas atau kopi tanpa gula pasir?.
Sebuah pertanyaan yang terdengar sangat asing di telinga kita karena sepertinya itu adalah hal yang mustahil.

Namun Allah SubhanahuWata’alla, Sang Penguasa alam semesta, telah mempersiapkan dan menyediakan segala sesuatunya untuk kelangsungan hidup manusia di bumi ini.
Selain tebu, nira kelapa atau nira aren sebagai bahan baku pembuatan gula, ternyata ada bahan baku lain yang bisa digunakan untuk menggantikannya. Penggantinya tidak lain adalah “Daun Stevia”.

Daun Stevia juga bersifat non-karsinogenik dan zat pemanis dalam stevia yaitu steviosida dan rebaudiosida tidak dapat difermentasikan oleh bakteri di dalam mulut menjadi asam, sehingga apabila menempel pada email gigi tidak dapat menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, daun Stevia juga memiliki beberapa keunggulan antara lain tingkat kemanisannya yang mencapai 200-300 kali jika dibanding dengan gula tebu dan rendah kalori sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan obesitas.

Sebagai ilustrasi, untuk memaniskan satu cangkir minuman, cukup digunakan sebanyak 30-40 mg Glikosida Steviol ( GS/Stevia).

Bagi para penderitanya, penyakit diabetes atau gula tentu menjadi momok yang sangat menakutkan. Tanpa insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Akhirnya tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik, yaitu kondisi di mana darah menjadi terlalu asam dan terjadinya dehidrasi yang membahayakan.

Dilansir dari laman resmi Institut Teknologi Bandung (ITB), para pengajar mereka melakukan penelitian bertajuk “Pengembangan Proses Produksi Pemanis Alami Glikosida Steviol (Stevia) dari Daun Tanaman Stevia”. Tim peneliti tersebut terdiri dari Rahmana Emran Kartasasmita, Elfahmi, Muhammad Insanu dan As’ari Nawawi.

Salah satu peneliti, Rahmana Emran Kartasasmita menjelaskan, bahwa penelitian yang dilakukan oleh timnya sudah dimulai sejak 2012, akan tetapi masih dilaksanakan dalam skala laboratorium.

Baru pada tahun 2015, tim peneliti mendapatkan dana penelitian dari Kementerian Kesehatan melalui program Fasilitasi Pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) dan Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT). Berkat pendanaan tersebut, penelitian dapat dilakukan pada skala yang lebih besar dengan menggandeng PT Kimia Farma sebagai industri mitra.

Emran menuturkan, melihat banyaknya manfaat pemanis stevia, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, ia berharap GS bisa diproduksi dari stevia yang ditanam di Indonesia. Dari segi regulasi di Indonesia, GS sudah diizinkan untuk digunakan pada berbagai produk pangan berdasarkan Perka BPOM sejak tahun 2014.

“Kami sebagai tim peneliti menginginkan pemanis alami GS dapat diproduksi di Indonesia sehingga tidak perlu import, mengingat tanaman stevia sebagai bahan bakunya cocok ditanam di Indonesia khususnya di daerah Ciwidey,” kata Emran, Senin 9 Juli 2018.

Saat ini, estimasi kebutuhan tahunan stevia di Indonesia sekitar 350 ton stevia kering atau 3.500 ton stevia basah per tahun. Namun kebutuhan tersebut baru terpenuhi 10% atau 35 ton daun stevia kering setara dengan 350 ton daun stevia basah. Untuk memenuhi sisanya, terpaksa masih harus import dari Cina dan negara lainnya.

Kondisi seperti ini, jelas merupakan sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan bisa dinikmati dalam jangka panjang. Hal ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan stevia dari tahun ke tahun.

Dalam setiap hektare lahan, bisa ditanami sekitar 50-100 ribu bibit dengan kapasitas produksi 12 – 24 ton daun stevia basah per tahun dengan 12 kali panen yang setara dengan 1,2 – 2,4 ton daun kering.

Pengolahan daun stevia juga sangat simpel dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Pengolahannya tidak membutuhkan peralatan dan teknologi berbiaya tinggi.
Bagaimana cara pengolahannya? Langkah pertama adalah jemur daun stevia dibawah sinar matahari atau dioven tapi yang terbaik adalah dikeringkan dalam suhu kamar.
Dalam skala kecil, setelah daun stevia benar-benar kering, haluskan daun stevia kering dengan menggunakan blender atau penggiling kopi. Bubuk stevia langsung bisa dikemas dan bisa langsung dipasarkan. Yang pasti, gemerincing rupiahpun segera terdengar merdu di telinga kita.
Sesimpel itukah? Yah…. Memang sesimpel itu.
(Adang Purnomo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here