Home Cara Budidaya Inilah Rahasia Sukses Budidaya Ayam Jawa Super

Inilah Rahasia Sukses Budidaya Ayam Jawa Super

20
0
Ternak ayam joper milik suhartini di Desa Kalimanggis Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Agronesia.net (KENDAL) – Meningkatnya permintaan daging ayam khususnya ayam kampung atau ayam jawa, mendorong banyak orang yang kemudian tertarik untuk terjun dalam usaha ternak ayam kampung. Beternak ayam sebenarnya tidaklah sulit, siapa saja bisa melakukannya, pemula sekalipun bisa melakukannya.
Namun banyak sekali kendala yang dihadapi, diantaranya adalah bibit ayam kampung yang tidak terstandar yang mengakibatkan pertumbuhannya sangat lambat.
Pada akhirnya, kebutuhan pasar akan daging ayam kampung, tidak pernah bisa terpenuhi.
Kemajuan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini, khususnya teknologi di bidang peternakan ayam, telah berhasil memunculkan strain baru ayam kampung dengan beberapa kelebihan yang kemudian disebut dengan Ayam Jawa Super atau Ayam JOPER.
Ayam JOPER merupakan hasil perkawinan silang antara ayam kampung jantan dan ayam ras petelur.

Mengapa banyak orang yang tertarik untuk terjun dalam usaha ternak ayam JOPER ?
Alasan utamanya adalah :
1. Tahan terhadap serangan penyakit unggas. Prosentase kematian (mortalitas) ayam JOPER juga hanya dikisaran 5-10 %, biasanya terjadi pada masa awal chick in. Penyebabnya adalah karena kandang kurang hangat atau terinjak saat memberi pakan atau minum. Jadi bukan karena serangan penyakit.
2. Tidak mudah stres karena pengaruh lingkungan.
3. Pertumbuhannya lebih cepat jika dibanding dengan ayam kampung biasa sehingga masa panennya pun lebih cepat.
4. Rasa dagingnya lebih enak (sama dengan ayam kampung), bila dibanding dengan daging ayam broiler.
5. Harga jual daging ayam JOPER di pasaran juga lebih tinggi dan lebih stabil bila dibanding dengan daging ayam broiler.

Suhartini tengah berada di kandang pembesaran ayam joper yang berada di Desa Subah Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Insert Suhartini.

Suhartini, peternak ayam JOPER asal Desa Kali Manggis Kecamatan Subah Kabupaten Batang Jawa Tengah, yang berhasil ditemui Agronesia.net dirumahnya, mengatakan bahwa usaha ternak ayam JOPER, memiliki prospek yang sangat bagus karena peminatnya sangat besar.

Ketika ditanya kapan memulai usaha ternak ayam JOPER, Suhartini menjawab bahwa dia memulai usaha sejak 8 tahun yang lalu.
” Saya mulai beternak ayam JOPER pada 25 desember 2010, saat itu masih dalam skala kecil yaitu 100-300 ekor dalam satu periode pembesaran karena ayam JOPER belum banyak dikenal maka penjualannya masih susah. Tapi saat ini, permintaan daging ayam JOPER semakin meningkat justru cenderung kekurangan “, papar Suhartini.

Dia melanjutkan, bahwasanya pada awal-awal usahanya, untuk mencapai bobot 1,0 kg/ekor memerlukan waktu pembesaran selama 70 hari dimana postur ayam juga masih pendek dan berbulu tebal.
Akan tetapi strain ayam JOPER yang sekarang, untuk mencapai bobot 0,85-1,0 kg/ ekor hanya membutuhkan waktu 55-60 hari dan bulunya juga lebih tipis.

Ketika ditanya soal keuntungan usaha ternak ayam JOPER, Suhartini menjawab bahwa keuntungannya cukup besar.
Dibawah ini adalah analisa usaha ternak ayam JOPER yang dipaparkan oleh Suhartini per September 2018.
Analisa usaha ternak ayam JOPER untuk 100 ekor. ( Tidak termasuk kandang dan perlengkapannya).
Doc = 100 ekor x 6.000 = 600.000
Pakan= 100 ekor x 2 kg x 7.000 = 1.400.000
Vaksin = 100 ekor x 1.500 = 150.000
Sekam = 100 ekor x 100 = 10.000
Listrik + Pemanas = 100 ekor x 400 = 40.000
Pegawai = 100 ekor x 500 = 50.000
Total = 2 250.000

Panen = umur 55-60 hari.
Bobot ayam = 0, 85 kg
Harga jual = 32.000/kg.
Pendapatan/Penjualan
100 ekor x 0,85 kg = 85 kg x 32.000= 2.720.000
Pengeluaran/biaya produksi = 2.250.000
Pendapatan Bersih. = 480.000

Jika dikurangi dengan margin error ( mortalitas/kematian ayam) sebesar 10% maka pendapatan bersihnya adalah =
Rp. 480.000 – 10 %(48.000)= Rp. 432.000.

(AP/Red.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here