Home Berita SMK Negeri 6 Sekolah Berbasis Agro Pertama Di Kendal

SMK Negeri 6 Sekolah Berbasis Agro Pertama Di Kendal

112
0

Agronesia.net ( KENDAL) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negei 6 Kendal Jawa Tengah adalah sekolah berbasis agro yang pertama di Kabupaten Kendal, memiliki 5 bidang kompetensi keahlian atau jurusan yaitu 1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 2. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 3. Agribisnis Ternak Unggas 4. Multimedia 5. Akuntansi.

Menumbuhkan jiwa wirausaha memang harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak, tak terkecuali pada siswa Sekolah Kejuruan yang memang diprogram Pemerintah sebagai cikal bakal untuk mendidik siswa memiliki keterampilan yang siap pakai saat mereka tamat dari pendidikannya. Sehingga tak ada angka pengangguran.

SMK yang fokus dengan jurusan pertanian ini telah mengembangkan berbagai jenis tanaman, seperti macam-macam sayuran, tanaman buah dan aneka macam bunga. Juga bermacam-macam ternak, seperti kelinci, burung, ayam, bahkan kucing.
Kelima tersebut jurusan akan saling mendukung yang akan menghasilkan tamatan yang handal, mampu membuka lapangan pekerjaan baru minimal untuk dirinya, dan mampu serta eksis dalam persaingan global di dunia industri.

Kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura juga telah mampu menghasilkan satu produk pangan penting yaitu beras merah dan beras hitam. Dalam melakukan proses produksi beras, sekolah bekerja sama dengan beberapa kelompok tani yang ada di Kecamatan Patean dan mendapatkan pendampingan dari BPTP Jawa Tengah.

Menurut Ratmin, salah seorang staf pengajar di SMK N 6 Kendal, produksi beras merah dan beras hitam dalam proses penanamnya dilakukan dengan prinsip pertanian ramah lingkungan, dimana pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakitnya sudah menggunakan bahan-bahan organik, Minggu(16/09/2018).

” Pupuk dan pestisida organik yang kita gunakan dalam proses budi daya padi beras merah dan beras hitam adalah hasil karya anak- anak Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Untuk pupuk kita gunakan pupuk kompos dikombinasikan dengan pupuk kimia dengan perbandingan 75 % pupuk kompos dan 25 % pupuk kimia buatan”, papar Ratmin.
Ratmin melanjutkan, dengan komposisi pupuk seperti itu maka beras yang dihasilkan memiliki kwalitas yang baik, aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Ketika ditanya mengapa masih menggunakan pupuk kimia, Ratmin memberikan argumentasi bahwa tanah pertanian yang ada di Kecamatan Patean dan sekitarnya, sudah kritis dan tanaman masih sangat membutuhkan asupan pupuk kimia. Untuk menjadikan tanah kembali sehat, dibutuhkan waktu cukup lama.

” Yang pasti, didirikannya SMK N 6 Kendal adalah untuk mengajak generasi muda yang sekarang ini sudah banyak yang meninggalkan bidang pertanian, untuk kembali lagi mencintai pertanian. Indonesia adalah negri elok dengan potensi alam yang luar biasa dan tanah yang subur. Bidang pertanian, sangat membutuhkan sentuhan tangan-tangan trampil untuk menggarapnya agar bangsa ini bisa mandiri pangan “, harap Ratmin menutup pembicaraan.

Keterangan foto
1. Ratmin beserta staf lainnya. saat berada di stand SMK N 6 Kendal dalam gelaran Kendal Expo 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here