Home Berita Kepala BPTP: Penangkaran BIMA 20 URI Di Wirosari Luar Biasa

Kepala BPTP: Penangkaran BIMA 20 URI Di Wirosari Luar Biasa

63
0
Kepala BPTP Jawa Tengah Dr.Joko Pramono

KENDAL, Agronesia.net – Upaya dan kerja keras tanpa lelah yang dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Raharjo 1 Desa Wirosari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal Jawa Tengah, dimana satu-satunya poktan di Jawa Tengah yang mendapatkan kepercayaan dari Balitbangtan BPTP Jawa Tengah, untuk kali kedua, berhasil melakukan penangkaran benih jagung hibrida BIMA 20 URI di lahan seluas 2 hektar.

Panen benih jagung hibrida BIMA 20 URI hasil penangkaran Poktan Ngudi Raharjo 1 telah dilakukan pada Selasa (1/10/2019).
Tampak hadir Kepala Badan Pengkajian Penerapan Teknologi Pertanian ( BPTP) Jawa Tengah Dr. Joko Pramono, Prof. Agus Hermawan sebagai Peneliti Utama BPTP Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan ( BPP) Kendal Cipto Wahyono, Camat Patean, Danramil Patean dan para petani yang tergabung dalam paguyuban kelompok tani Berkah Bumi Kecamatan Patean.

Kepala BPTP Jawa Tengah, Kepala DPP Kendal, Forkompimcam bersama para petani melakukan panen benih jagung hibrida BIMA 20 URI.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTP Jateng Dr. Joko Pramono, mengatakan bahwa keberhasilan penangkaran benih jagung hibrida BIMA 20 URI yang dilakukan oleh Poktan Ngudi Raharjo 1, merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

” Hari ini kita panen benih jagung hibrida BIMA 20 URI hasil penangkaran dari Poktan Ngudi Raharjo 1 dan hasilnya sangat di luar dugaan. Jika pada umumnya dalam pembenihan jagung hibrida, per hektarnya hanya mampu panen di kisaran 2 ton namun kali ini lebih dari 2 ton “, kata Joko.
Joko juga berharap bahwa di Kecamatan Patean, akan muncul pelaku pembenihan yang lain sehingga benih jagung BIMA 20 URI yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan bibit jagung bagi para petani.

Sementara itu, Kepala DPP Kabupaten Kendal Cipto Wahyono mengatakan bahwa keberhasilan pembenihan jagung hibrida BIMA 20 URI, menumbuhkan optimisme adanya peningkatan produksi yang dibarengi dengan menurunnya biaya produksi.
” Harga benih jagung BIMA 20 URI hasil penangkaran Poktan Ngudi Raharjo 1, yang dipatok di angka Rp. 30.000 – Rp. 40.000, jelas akan sangat meringankan beban biaya produksi. Imbasnya pasti akan meningkatkan kesejahteraan petani “, kata Cipto.

Secara terpisah, Nasroh salah seorang anggota Poktan Sumber Makmur Desa Sidokumpul Kecamatan Patean, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan Poktan Ngudi Raharjo 1 dalam melakukan penangkaran benih jagung hibrida BIMA 20 URI.
” Kepada Bupati Kendal, saya sangat berharap agar bisa mendukung sepenuhnya kegiatan pembenihan jagung hibrida BIMA 20 URI di Kabupaten Kendal “, kata Nasroh. (ADG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here