Permintaan produk perlebahan di Indonesia terus melonjak seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis pangan fungsional. Namun, tingginya ceruk pasar ini menyimpan ironi terselubung: maraknya peredaran madu palsu dan madu oplosan. Di pasar tradisional maupun lokapasar digital, konsumen kerap dihadapkan pada pilihan produk yang membingungkan dengan klaim '100% murni' tanpa jaminan transparansi asal-usul nektar. Modus pemalsuan kini semakin canggih, mulai dari pencampuran sirup jagung berkadar fruktosa tinggi (HFCS), sirup glukosa sintetik, hingga perebus
madu asli
Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu dengan Uji Sederhana di Rumah
Dipublikasikan pada Rabu, 21 Oktober 2026
{
"content": "